oleh

Kasus Dugaan Pengeroyakan Oleh Polisi, Akan di Laporkan Ke Propam

-Hukum-211 views

Infomelayu.Com,Merangin- Kasus Penganiayaan dan Pengoroyokan yang diduga di lakukan oleh anggota Satuan Reskrim Polres Merangin terhadap Korban Badia Raja Situmeang (26), Warga Pematang Permai , Desa Sungai Ulak, sepertinya akan berlanjut ke ranah hukum.

Hal itu disampakan oleh Abu Djaelani Selaku Kuasa Hukum korban penganiyaan dan pengeroyokan ketika dikonfirmasi awak media tadi siang. Menurut Abu pihak berencana  akan melaporkan kasus Klienya ke Propam Polres Merangin, “ kasusnya jelas,  berkaitan dengan pelanggaran HAM,  Penganiayaan dan Pengoyokan” ujarnya.

“semua bukti sudah kita siapkan, secepatnya akan  kita laporkan ke Propam Polres Merangin, jika kasusnya mandeg nanti akan kita lanjutkan Ke Propam Polda Jambi, karena selaku kuasa hukum dari korban saya berhak memperjuangkan hak klien untuk mendapatkan perlakuan hukum yang sama di mata hukum”. Tegas Abu

ia berkata meskipun nantinya Anggota Polisi yang diduga melakukan Penganiayaan dan Pengeroyokan terhadap Klienya meminta damai, namun proses hukum tetap dilanjutkan.  “Sampai saat ini belum ada konfirmasi perdamaian dari Klien saya” kata Abu.

Saya berharap tak ada lagi kasus seperti ini di wilayah Hukum polres Merangin, Apakah Standar Operasional Prosedur (SOP) nya memang seperti itu dalam setiap menangani perkara hukum? Dimana Ketegasan Kapolres selaku Pimpinan terhadap bawahan? Tanya Abu.

Menurut Abu Kronologis Peristiwa penganiyaan dan pengeroyokan yang di duga dilakukan oleh Anggota Satreskrim Polres Merangin terjadi pada hari selasa (09/06) minggu lalu, awalnya korban di bekuk oleh Polisi ketika berada di salah satu tempat, karena diduga merupakan Pelaku Pencurian Motor.

Waktu itu Polisi meminta korban untuk ikut dulu ke Polres, korban ngikut tanpa perlawanan ,  ternyata tidak langsung menuju Mapolres, namun keliling dan singgah di Pos Polisi, untuk di introgasi, saat itu  korban pernah teriak dalam ruangan tersebut namun taka ada warga yang mendengarkan.

kurang lebih 2 jam korban di introgasi di Pos Polisi,  saat itu sudah terjadi kekerasan, menurut pengakuanya, korban mengenali Polisi yang diduga melakukan Penganiayan tersebut, tak lain merupakan teman semasa ia bujangan dulu, mirisnya lagi orang yang ia kenal itu lah yang melakukan dugaan penganiayaan untuk yang pertama kali. Cerita Abu.

Tak sampai disitu Korban juga dibawa ke arah sarolangun, sempat  berhenti di Indomart dusun bangko, saat itu mata korban dilakban, dan dibawa keliling Merangin, dan berdasarkan pengakuan korban, ia mendapatkan penganiyaan didalam mobil, setelah beberapa jam keliling baru dibawa kepolres saat itu waktu sudah malam, korban di tahan dan di BAP, mirisnya lagi selama korban di BAP korban tidak dikasih makan dan minum. Ungkap Abu.

Menurut Abu saat di BAP kakak dari Korban yang merupakan Anggota Polres Merangin tidak di bolehkan menjenguk Korban, dan hanya melihat dari luar ruangan Pemeriksaan saja. Korban dibebaskan pukul 11.00 Wib Rabu (10/06), karena tidak terbukti bersalah. Mirisnya lagi korban tak diantarkan oleh Polisi melainkan dijemput oleh keluarganya. Terang Abu.

Akibat Penganiayaan dan Pengeroyokan yang di duga dilakukan oleh anggota Satreskrim Polres Merangin tersebut, korban mengalami  luka lebam diwajah,  badan dan perut. Saat ini korban masih mengalami kesakitan dibagian perut. “kita sudah melakukan Visum dari Rumah Sakit, dan bukti berobat sudah di pegang sebagai bukti tambahan di pengadilan nanti”. Tutup Abu.

Penulis/Editor           : Murdhani Pro Rakyat

Komentar

News Feed