oleh

Kisruh Pembagian BLT, Kantor Desa di Rusak, Kades Akan Menempuh Jalur Hukum

Infomelayu.Com, Merangin- Lagi dan lagi, Kisruh pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa kembali terjadi di Kabupaten Merangin, kali ini di Desa  Seling Kecamatan Tabir Kabupaten Merangin. Kisruh yang berakhir dengan perusakan Kantor Desa tersebut terjadi sekitar pukul 13.00 Wib Rabu (17/06) tadi siang.

Setidaknya sekitar 400 massa yang yang terlibat dalam aksi  Protes Pembagian BLT tersebut, harus bersiap siap untuk berurusan dengan hukum jika pemerintah desa Seling melanjutkan perkara perusakan tersebut di meja hijau.

Informasi yang di peroleh media ini sekitar 400 warga desa setempat menggeruduk kantor Desa Seling, mereka menuntut dana BLT dibagi rata. Salah satu warga yang berhasil dihubungi media ini mengatakan, “kami hanya meminta BLT di bagi rata, karena kami juga terdampak ekonomi  oleh Covid-19 ini”. Ujarnya.

Menurutnya, warga merasa gerah dengan kades yang tidak menepati janji, dimana sebelumnya kades berjanji akan membagi rata dana BLT tersebut kepada warga desa Seling, namun faktanya tidak sesuai, sehingga terjadi lah kerusuhan seperti ini. “mohon ada tindakan dari pemerintah Kabupaten untuk mempertimbangkan keluhan warga terkait BLT ini” pintanya.

Menyikapi hal tersebut Hasan Kades Seling mengakui adanya kisruh pembagian BLT yang bersumber dari Dana Desa, menurutnya masyarakat bersikeras menuntut Pemerintah Desa untuk membagi rata dana tersebut,  dikarenakan Pemerintah desa tidak ingin melanggar aturan,sehingga permintaan masyarakat tak bisa dipenuhi.

Menurutnya akibat perusakan kantor Desa , Desa Seling mengalami kerugian materil, yakni berupa peralatan atau perlengkapan Kantor, diantaranya meja rusak,kipas angin,keramik pecah- pecah,mikropon rusak,speker juga mengalami kerusakan.

Hasan mengatakan sebelum pembagian BLT tahap pertama di lakukan pihaknya sudah melakukan rapat dengan pemerintah desa dan masyarakat, keputusanya tidak ada pembagian rata,kalau mau dibagi rata, tentunya diluar ketentuan pemerintahan desa , silahkan dibentuk pengurus,namun seiring berjalan waktu tidak ada masyarakat yang berkenan menjadi panitia, alasan takut tesandung dengan hukum.

Ketika disinggung mengenai keterlambatan pembagian BLT? Ia mengatakan “selama ini ribut terus macam mano nak dibagikan? Ni be baru di bagi lah ribut” ujarnya. Ia menjelaskan sejatinya jumlah Kepala Keluarga yang berhak menerima BLT sebanyak  151 KK, “tadi baru 129 KK yang di selesai dibagikan,namun karena warga ribut,pembagian dihentikan untuk sementara”. Terangnya.

“Jumlah masyarakat kami ni banyak , 677 KK, tentunyo tidak terkaper oleh BLT tersebut” ujar hasan, namun pemdes telah berupaya mendata masyarakat yang layak ke dalam BLT Provinsi dan Pusat, yakni sebanyak 70 KK. Ujarnya lagi.

Ia menegaskan pasca perusakan tersebut Pemdes Seling akan menempuh jalur hukum,”Insha Allah kita akan mengambil langkah hukum, semua bukti sudah kita siapkan,poto dan video massa yang merusak Kantor Desa ada semua , itu propokatornyo merupakan orang-orang kayo, karena Negara kito Negara Hukum mako akan kita proses secara hukum” . Tutup Hasan.

Sementara itu Andre Kepala Dinas PMD Merangin mengatakan “perusakan Kantor Desa Seling berawal dari Ketidakpuasan masyarakat atas kebijakan Kades yang tidak mau membagi rata BLT DD Periode April,untuk itu kami Meminta aparat penegak hukum menindak tegas pelaku pengerusakan”. Pintanya.

Ketika disinggung mengenai tindakan Dinas PMD Merangin terkait insiden tersebut, Andre meminta Kades untuk Menyetop sementara penyaluran secara tunai dan mendorong kepada Kades  untuk membuka rekening tabungan untuk Para Kelompok Penerima Manfaat (KPM) sehingga penyaluran BLT DD dapat dilakukan secara non tunai atau transfer antar rekening. Tutup Andre

Penulis/Editor   : Murdhani Pro Rakyat

Komentar

News Feed