oleh

Sebelum Pencairan BLT, Pemdes Air Liki Semprotkan Cairan Desinfektan

Infomelayu.com,Merangin- Berbagai cara telah dilakukan oleh Pemerintah Desa Air Liki, Kecamatan Tabir Barat, dalam memutuskan mata rantai Penyebaran Virus Corona ( Covid-19) di tengah masyarakat luas, Meskipun desa tersebut merupakan desa terpencil dan sangat jauh dari Kunjungan Masyarakat Kota, Namun pemerintahan Desa tetap melakukan berbagai upaya Pencegahan.

Salah satu upaya yang dilakukan oleh Pemeritah Desa Air Liki yang di pimpin Oleh Pulpi Marlinton Alias Anton ,yakni dengan menyemprotkan Cairan Desinfektan di rumah Masyarakat, tak hanya itu penyemprotan juga di lakukan di tempat Pasilitas Umum, seperti Mesjid, Sekolah dan Kantor Desa.

Kepada Media ini Anton Mengatakan, sebelum melakukan Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa Air Liki, Ia mengajak unsur perangkat Desa untuk melakukan Pencegahan dini terhadap penyebaran Covid_19 ini, dengan cara memberikan Masker secara gratis kepada setiap Masyarakat dan juga melakukan penyemprotan Cairan Desinfektan didesa tersebut.

Ia menjelaskan Pemerintah Desa Air Liki telah melakukan Amanat Kementrian Desa melalui Peraturan Kementrian Nomor 06 tahun 2020 Tentang Perubahan Peraturan Menteri Nomor 11 tahun 2019 Tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2020, yang mana ada intruksi kepada Pemdes untuk memberikan BLT sejumlah Rp 600.000 Kepada Masyarakat yang berdampak Covid-19.

“Alhamdulillah kami telah menyalurkan kepada masyarakat yang berhak sejumlah 54 Kepala Keluarga, pada hari senin (11/05) dari Pukul 09.00 Wib, adapun Masyarakat yang menerima BLT sesuai dengan Amanat Peraturan Kementrian” ujar Anton,  untuk menjaga Transfaransi kepada Masyarakat, “kami menyalurkan BLT tersebut ditengah pemukiman Masyarakat, hal itu dilakukan agar semua Masyarakat tau siapa saja yang menerima BLT tersebut”. Ujarnya lagi

Ia mengatkan meskipun pembagian BLT di tengah pemukiman, namun tetap merujuk kepada anjuran Protokol Pemerintah dengan menggunakan Masker, Diakui anton seyogya secara kriteria banyak Masyarakatnya yang layak mendapatkan BLT tersebut, namun dikarenakan oleh regulasi dan aturan yang hanya membolehkan kepada Masyarakat yang belum menerima Bantuan Sosial lainya, sehingga hal itu urung terlaksana.

“di Desa kami banyak masyarakat yang sudah menerima bantuan Dana PKH dan Sembako, secara otomatis mereka tidak mendapatkan BLT Dana Desa” . ujarnya. Meskipun begitu “saya akan tetap mengupayakan memberikan bantuan berupa sembako untuk masyarakat yang tidak mendapatkan BLT, adapun sumber dana merupakan dari uang pribadi saya sendiri, yang bersumber dari gaji sebagai Kepala Desa”. ujarnya

“saya tidak tega melihat masyarakat yang belum mendapatkan BLT, hanya karena terkendala aturan jadi mereka tidak bisa mendapatkan bantuan, melainkan yang sipatnya bantuan Pribadi saya sendiri, hanya saja hal ini akan terwujud setelah saya menerima gaji yang bersumber dari Alokasi Dana Desa”.tutup kades Muda tersebut.

Penulis/Editor : Murdhani Pro Rakyat

 

Komentar

News Feed